handmade & natural

Membuat sabun transparan

Posted on: September 3, 2008

buku I
(Buku I)

Judul di atas sebenarnya agak menyesatkan, namun sekaligus untuk mengklarifikasi atau menjelaskan kepada para pengirim email yang menanyakan tentang pembuatan sabun transparan (yang biasa disebut sabun gliserin). Bukannya saya tidak mau berbagi ilmu, tapi ternyata membuat sabun transparan tak semudah membuka mulut, hehehe…dan sampai saat ini saya belum berhasil membuat sabun transparan dengan hasil yang memuaskan.

Yang saya maksudkan "berhasil" adalah, membuat sabun sesuai dengan yang ada di text book, sabun yang dihasilkan masih terasa keras / kering di kulit, warna sabun tidak bisa jernih / clear, cenderung berwarna kuning (seperti warna minyak), dll.

Ketertarikan atau lebih tepatnya rasa penasaran saya terhadap sabun transparan adalah penampilan sabun yang begitu cerah, warna – warni dan sangat cocok untuk souvenir atau bingkisan. Karena itulah saya saya penasaran ingin membuat sendiri sabun transparan.

Penjelasan tentang pembuatan sabun transparan di internet masih sangat minim, kurang mendetail dan tidak ada trouble shooting, sehingga saya memerlukan buku untuk mengisi kekurangan yang ada di internet. Akhirnya saya membeli buku karangan Ibu Erliza Hambali dkk di Toko Gunung Agung dekat rumah, judulnya "Membuat Sabun Transparan". Dalam bukunya cukup jelas digambarkan proses pembuatan, mulai dari bahan – bahan yang diperlukan sampai dengan takarannya.  Namun kalau boleh saya kritik dari buku tersebut adalah komposisi minyak tidak diperinci, maksudnya, dalam proses pembuatan sabun diperlukan beberapa jenis minyak, sementara minyak itu sendiri terbagi menjadi beberapa kategori, seperti soft oil (minyak yang cenderung membuat sabun menjadi lembek), hard oil (minyak yang membuat sabun menjadi keras), serta pembuatan larutan alkali. Dalam buku tersebut cuma disebutkan NaOH 30%, bagi orang yang awam, mungkin bertanya – tanya, apa yang dimaksud dengan NaOH 30%? (pengertian NaOH 30% artinya, jika kita memakai air 100 gr maka diperlukan NaOH seberat 30 gr, dst)[CMIIW].

Ketika pertama kali mencoba, hasil sabunnya masih berwarna kuning, akhirnya saya menanyakan langsung (via telepon) dengan Ibu Mira (salah satu pengarang buku tsb), beliau memberi saran agar minyak yang dipakai memakai 100 persen minyak kelapa. Untuk percobaan kedua, saya cukup surprise dengan hasilnya, sabun begitu jernih / clear, tidak berwarna kuning. Tapi setelah melalui proses curing selama 4 minggu, hasil sabunnya membuat kulit menjadi kering sekali (belakangan saya baru tahu kalau membuat sabun dengan memakai 100% minyak kelapa membuat kulit menjadi kering).

Catherine 
(Buku II)

Merasa tidak berhasil dengan percobaan kedua, saya mulai browsing lagi mencari buku tentang sabun transparan, akhirnya menemukan buku karangan Catherine Failor, seorang pembuat sabun transparan asal  Amerika yang telah berpengalaman selama 20 tahun. Saya mencoba ke situs Amazon, saat itu harganya sekitar 14,00 USD, tapi ongkos kirim ke Indonesia muahallll …., berlipat – lipat dari harga buku. Akhirnya saya menemukan toko online di Australia , setelah dihitung- hitung ongkos kirimnya masih bisa ditoleransi (walaupun sebenarnya masih mahal, tapi daripada harus membeli di Amazon).

Perbedaan antara buku I dan II terletak pada teknik pembuatannya, Pada buku I memakai sistem cold process method, sabun melewati proses pengeringan  selama satu bulan, sementara buku II memakai sistem semi boiled method, yakni sabun dimasak selama satu jam dengan sistem double boiler (memasaknya seperti di tim) sampai proses saponifikasi komplet dan sabun bisa digunakan setelah dikeluarkan dari cetakan. 

Dalam buku II ini dijelaskan secara terperinci langkah – langkah pembuatannya dengan lengkap dengan fotonya, sehingga memudahkan bagi siapa pun yang membacanya. Namun permasalahannya adalah (yang terjadi pada saya), pada saat memasak sabun, diperlukan plastik tahan panas yang berfungsi untuk menutup panci dan bungee cord (saya tidak tahu bahasa Indonesianya apa).

Bungee_cord_300
(bungee cord)

Fungsi dari bungee cord ini adalah untuk mengikat panci  yang telah ditutup dengan plastik dan menahan agar ethanol maupun cairan lainnya tidak bisa menguap selama proses pemasakan. Karena saya kesulitan mencari plastik tahan panas yang agak lebar, maka saya pun memakai plastik tahan panas biasa yang kurang maksimal dalam menahan penguapan ethanol. Dan terbukti, hasil sabunnya masih keruh dan cenderung liat. Saya percaya 100 persen bahwa ethanol yang fugsinya untuk menjernihkan sabun telah menguap selama proses pemasakan berlangsung. Hasilnyapun sama sekali tidak memuaskan, alih – alih mendapatkan sabun yang clear, sebaliknya untuk kesekian kalinya saya belum juga berhasil.

Karena saking banyaknya sabun hasil percobaan yang masih menumpuk, saya memutuskan untuk berhenti sejenak membuat sabun transparan, mungkin di waktu mendatang saya akan lebih serius lagi menekuni pembuatan sabun ini. Saya tidak mengatakan telah gagal, cuma saya perlu waktu untuk kembali mengevaluasi kesalahan saya dalam pembuatan sabun selama ini. Maklumlah sebagai buruh pabrik dan tugas rumah tangga serta kesibukan membuat sabun natural memang menguras energi dan pikiran, belum lagi memikirkan niche marketing untuk produk saya, hhmmm…. just give me more time

11 Responses to "Membuat sabun transparan"

Bu Henie salam kenal Bu.

Hebat, ibu punya fokus / niche market yang unik. Kayaknya memang belum banyak ya Bu yang membahas sabun natural / sabun transparan. Saya juga belum banyak tahu.

Boleh juga Bu kalau bisa kerjasama pemasarannya. Di toko saya baru menjual salah satu sabun herbal. Masih ngetest dulu. Sabun ini saya pajang di etalase produk2 herbal lainnya. Lumayan juga ada segmennya.

Sukses selalu ya Bu.

Fuad Muftie

Yth Pak Fuad Muftie,
terima kasih atas responnya, untuk kerjasama pemasarannya saya balas vie email biar lebih mendetail, terima kasih.

Dear B’henie,

aku kepengin belajar membuat Sabun Transparant,tapi tdk tahu harus bertanya kpd siapa?(Mentor yg berpengalaman),kiranya b’henie bisa m’ajarkan apa & bagaimana membuat sabun yg bagus.atau aku mau memasarkan sabun yang dibuat o/ibu henie…mengingat aku bekerja di area Mall.
Trims yah bu…

Dear Lanny,
jawabannya saya kirim lewat email saja ya… thanks

hai mbak…

saya mahasiswa yg lg riset mengenai sabun batangan neh..tp sapi saya bingung mw mlai dari mana???tlng ksih info2 or penjelasn dunk..bahan yang digunakan hasil samping dari pembuatan biodiesel(yaitu gliserin), tanaman biji jarak, truz mnurut mbak bahan untuk membuat sabun yang murah dri segi biaya…hehehe thanks yupz…

@ Ahmad,

Waduh… saya juga bingung kalau harus menjelaskan mulai dari manađŸ™‚. Saya ini cuma blogger abal – abal, blognya tukang sabun yang nggak punya latar belakang teknik kimia atau lainnya. I’m completely self taught crafter hehehe…

Atau Ahmad bisa buka blog lama saya, di situ banyak tanya jawab yang saya juga jawab sebisa mungkin, kali – kali bisa nemu sesuatu di situ :)…

Trus kalau mau bikin sabun yang murah dari segi biaya, bisa saja menggunakan minyak kelapa dan minyak sawit saja. Tetapi saya tidak bisa menjamin kualitas sabun. Yang membuat sabun natural lebih mahal adalah (khususnya bagi saya) pemakaian minyak zaitun, cobalah Anda cek di super market dan lihat harga minyak zaitun, harganya bisa berpuluh lipat dibanding dengan minyak sawit. Bahkan saya menggunakan 80% minyak zaitun untuk Castile Soap.

Dear, Mbak Heniez

Saya ingin mengajukan proposal penelitian saya tentang sabun transaparan dari VCO. tetapi saya bingung apa yang akan saya jadikan faktor penelitiannya. kira-kira masalah apa saja (yang terkait dengan formulanya) yang timbul pada pembuatan sabun transparan. Mohon Jawabannnya, Thanks ya mbak.

Dear Mbak Henie,

boleh tau apa beda proses pembuatan sabun yang di buku satu dan di buku dua secara rinci? karena dari yang saya baca selama ini, yang umum digunakan adalah cara buku satu, yang menurut saya lumayan memakan waktu dalam pembuatannya. apakah ada perbedaan dari kualitas sabunnya?

Terima kasih, Mbak.

Senang sekali membaca blog mbak Henie.

Dear Nadya,
Perbedaan utama dari kedua buku tersebut adalah :
Buku I : memakai sistem “Cold Process” sehingga sabun perlu didiamkan selama satu bulan untuk “curing process”

Buku II : memakai sistem “semi boiled methode”, yakni sabun diproses dengan cara dimasak selama lebih dari satu jam untuk proses penetralan alkali, sehingga sabun bisa digunakan setelah dikeluarkan dari cetakan.

Mengenai kualitas sabun, saya rasa tidak begitu berbeda antara hasil pembuatan baik memakai teknik buku I dan II.

Mba heniez,
Saya mau buat sabun dengan Ingredients : olive oil 80%, palm oil, coconut oil, fresh goat’s milk, yang terakhirnya saya mau kasih honey, dan parfume yang biasa saya pakai. Katanya honey bisa ngilangin bekas luka, bener ngga sih mba heniez? Soalnya saya ada bekas luka nih.. Saya ngga pakai castor oil soalnya saya ngga punya. Mba heniez tolong kasih tahu ya rumus komposisinya soalnya saya ngga punya Lye Calculator. Saya sih maunya komposisi dari fresh goat’s milknya 500 gr atau 250 gr. Ya kalau boleh sih keduanya untuk memperbandingkan berapa jumlah minyak yang akan saya pakai, saya takut nanti kalau fresh goat’s milknya 500 gr membutuhkan jumlah minyak yang cukup banyak, jadi saya ingin sesuaikan dengan jumlah persediaan minyak saya. Oh ya mba heniez, kalau bisa sih rumusnya sabun cair yang menggunakan KOH. Saya tahu mba heniez hanya memproduksi sabun cair tapi ngga apa-apa khan kalau saya coba bertanya mungkin aja mba heniez tahu.. tapi kalau ngga tahu ya cara buat sabun yang padat juga boleh. Soalnya buat sabun yang padat nunggunya agak lama, saya mau cepet-cepet langsung dipakai… Mba Heniez sorry ya kalau saya terlalu banyak permintaan, thanks ya mba heniez.

Jawaban :
Dear Rosa,
Untuk membuat sabun dengan 80% olive oil, formulanya sbb:

Olive oil : 600 gr
Palm oil : 80 gr
Coconut oil : 70 gr
Fresh goat’s milk : 248 gr
NaOH : 99 gr
(jika ingin memakai 500 gr goat’s milk tinggal dikalikan 2 saja.

Yang perlu Rosa perhatikan / ketahui adalah :
Pemakaian 80% olive oil serta pemakaian fresh goat’s milk menyebabkan adonan sabun sukar / lama untuk mencapai “trace” atau mengental. Jika pengadukan dilakukan secara manual akan memakan waktu berjam – jam.

Sementara untuk sabun cair, saya belum pernah mencobanya. Pemakaian madu memang bagus untuk kulit, tetapi jika untuk menghilangkan bekas luka, mungkin dokter kulit yang bisa menjawab secara pastiđŸ™‚
Happy soaping
Henie ZR

dear mba Henie..
Saya sangat tertarik untuk membuat sabun transparan, namun memang benar seperti mba Henie bilang petunjuk yang ada di internet sangatlah minim…sebenarnya saya sudah coba baca buku yang mba rekomendasikan tapi saya belum juga mengerti.. kalau boleh saya minta tolong informasikan bagaimana cara membuat sabun transparan sendiri di rumah (yang sangat simpel)…bahkan jika perlu saya juga sangat ingin belajar atau kursus..
Terima kasih ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: